Siapakah Penemu Listrik?

Michael Faraday

Listrik merupakan sesuatu hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia, bayangkan ketika dahulu belum ada listrik sangat sulit untuk melakukan sesuatu hal yang mungkin pada saat ini sudah sangat mudah dilakukan. Sebagai contoh untuk memasak nasi dahulu harus mencari kayu untuk dibakar sebagai energy panas yang akan digunakan untuk memanaskan panci untuk memasak, tapi sekarang sudah banyak model dan merk rice cooker yang hanya tinggal memasukan beras beserta air secukupnya kemudian menghubungkannya dengan konektor listrik dan mengoprasikan rice cooker tersebut hanya tinggal menunggu matang. Itu merupakan salah satu hal yang bisa dilakukan dengan energy listrik, dan masih banyak yang lainnya yang bisa difungsikan dengan listrik pada masa sekarang.

Banyak orang yang bertanya siapakah penemu listrik itu?. Mungkin beberapa dari kalian sudah mengetahui siapakah penemu listrik tersebut. Namun kami akan mengingatkan kembali siapakah orang yang berjasa bagi kehidupan manusia yang menemukan energy listrik pertama kali. Dia adalah Thales, beliau adalah seorang cendikiawan yunani yang menemukan arus listrik dari percobaan batu ambar, dimana ketika batu ambar digosok-gosokkan dapat menarik bulu – bulu halus. Mungkin waktu SD kita pernah mencobanya menggunakan plastik mika yang digosokan kekepala yang ketika diangkat rambut kita terangkat mengikuti plastik mika tersebut. Dan setelah penemuan thales dikemukakan beberapa tahun kemudian munculah teori dan pendapat mengenai kelistrikan oleh Ampere Michael Faraday, Oersted, Willian Gilbert, Charles De Coulomb, Joseph Priestley dan lain – lainnya. Namun perintis penelitian mengenai magnet dan listrik adalah Michael faraday, pria kelahiran inggris pada tanggal 22 September 1791, di Newington Butts Inggris. Dia adalah anak dari tukang besi yang harus menafkahi 10 orang anaknya dan ayahnya tidak bisa menyekolahkan anak-anaknya termasuk juga Faraday. Bayangkan untuk membantu meringankan beban orang tuanya dengan berkerja penjilidan buku dan menjualnya.

Penemuan Faraday pertama yang penting di bidang listrik terjadi tahun 1821. Dua tahun sebelumnya Oersted telah menemukan bahwa jarum magnit kompas biasa dapat beringsut jika arus listrik dialirkan dalam kawat yang tidak berjauhan. Ini membuat Faraday berkesimpulan, jika magnit diketatkan, yang bergerak justru kawatnya. Bekerja atas dasar dugaan ini, dia berhasil membuat suatu skema yang jelas dimana kawat akan terus-menerus berputar berdekatan dengan magnit sepanjang arus listrik dialirkan ke kawat. Sesungguhnya dalam hal ini Faraday sudah menemukan motor listrik pertama, suatu skema pertama penggunaan arus listrik untuk membuat sesuatu benda bergerak. Betapapun primitifnya, penemuan Faraday ini merupakan “nenek moyang” dari semua motor listrik yang digunakan dunia sekarang ini.

Ini merupakan pembuka jalan yang luar biasa. Tetapi, faedah kegunaan praktisnya terbatas, sepanjang tidak ada metode untuk menggerakkan arus listrik selain dari baterei kimiawi sederhana pada saat itu. Faraday yakin, mesti ada suatu cara penggunaan magnit untuk menggerakkan listrik, dan dia terus-menerus mencari jalan bagaimana menemukan metode itu. Kini, magnit yang tak berpindah-pindah tidak mempengaruhi arus listrik yang berdekatan dengan kawat. Tetapi di tahun 1831, Faraday menemukan bahwa bilamana magnit dilalui lewat sepotong kawat, arus akan mengalir di kawat sedangkan magnit bergerak. Keadaan ini disebut “pengaruh elektro magnetik,” dan penemuan ini disebut “Hukum Faraday” dan pada umumnya dianggap penemuan Faraday yang terpenting dan terbesar.

Ini merupakan penemuan yang monumental, dengan dua alasan. Pertama, “Hukum Faraday” mempunyai arti penting yang mendasar dalam hubungan dengan pengertian teoritis kita tentang elektro magnetik. Kedua, elektro magnetik dapat digunakan untuk menggerakkan secara terus-menerus arus aliran listrik seperti diperagakan sendiri oleh Faraday lewat pembuatan dinamo listrik pertama. Meski generator tenaga pembangkit listrik kita untuk mensuplai kota dan pabrik dewasa ini jauh lebih sempurna ketimbang apa yang diperbuat Faraday, tetapi kesemuanya berdasar pada prinsip serupa dengan pengaruh elektro magnetik.

Faraday juga memberikan sumbangasihnya di bidang kimia. Dia membuat rencana mengubah gas jadi cairan, dia menemukan pelbagai jenis kimiawi termasuk benzene. Karya lebih penting lagi adalah usahanya di bidang elektro kimia (penyelidikan tentang akibat kimia terhadap arus listrik). Penyelidikan Faraday dengan ketelitian tinggi menghasilkan dua hukum “elektrolysis” yang penyebutannya dirangkaikan dengan namanya yang merupakan dasar dari elektro kimia. Dia juga mempopulerkan banyak sekali istilah yang digunakan dalam bidang itu seperti: anode, cathode, electrode dan ion.

Dan adalah Faraday juga yang memperkenalkan ke dunia fisika gagasan penting tentang garis magnetik dan garis kekuatan listrik. Dengan penekanan bahwa bukan magnit sendiri melainkan medan diantaranya, dia menolong mempersiapkan jalan untuk berbagai macam kemajuan di bidang fisika modern, termasuk pernyataan Maxwell tentang persamaan antara dua ekspresi lewat tanda (=) seperti 2x + 5 = 10. Faraday juga menemukan, jika perpaduan dua cahaya dilewatkan melalui bidang magnit, perpaduannya akan mengalami perubahan. Penemuan ini punya makna penting khusus, karena ini merupakan petunjuk pertama bahwa ada hubungan antara cahaya dengan magnit.

Faraday bukan cuma cerdas tetapi juga tampan dan punya gaya sebagai penceramah. Tetapi, dia sederhana, tak ambil peduli dalam hal kemasyhuran, duit dan sanjungan. Dia menolak diberi gelar kebangsawanan dan juga menolak jadi ketua British Royal Society. Masa perkawinannya panjang dan berbahagia, cuma tak punya anak. Michael Faraday wafat pada 25 Agustus 1867 di dekat kota London.