Hidup Sehat Ala “Rasulullah SAW”

Umat Islam memiliki panutan dalam hidup mereka yakni Nabi Muhammad SAW. Semua hal duniawi dimaktub dalam Alquran. Ditambah pula dengan hadis sahih (hadis yang sudah diyakini kebenarannya) seperti diriwayatkan Bukhari atau Muslim. Dalam hadis ini dimuat kesaksian tata cara Rasulullah dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. Termasuk menjaga kesehatan.

Salah satu ajaran dari Rasulullah SAW adalah pola hidup yang sehat. Rasulullah SAW hanya pernah sakit sebanyak 2 kali seumur hidupnya, yaitu ketika diracuni oleh seorang wanita Yahudi dan ketika menjelang akhir hayatnya.

Rasulullah SAW sebagai teladan telah memberikan contoh hidup yang sehat, ini sesuai dengan firman Allah:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Al-Ahzab 33:21). Berikut Pola Hidup Sehat Ala Rasullah :

Makan Makanan Halal & Baik

Allah memerintahkan kita untuk memakan makanan yang halal dan baik / Halalan Thoyyiban

Al Qur’an, Surat Al Maidah : 88 yang artinya:

“dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya”   

Allah memerintahkan kita untuk memakan makanan yang bukan cuma halal, tapi juga baik (Halalan Thoyyiban) agar tidak membahayakan tubuh kita. Bahkan perintah ini disejajarkan dengan bertaqwa kepada Allah, sebagai sebuah perintah yang sangat tegas dan jelas. Perintah ini juga ditegaskan dalam ayat yang lain, seperti yang terdapat pada Surat Al Baqarah : 168 yang artinya:

“Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan; karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu”  

Pertama kita ketahui, halal itu bukan sekedar halal makanannya, tapi juga dari sumber bagaimana mendapatkannya pun harus halal. Kalau sumbernya haram seperti korupsi, mencuri, merampok, menggusur tanah rakyat dengan harga yang rendah, maka makanan yang dimakan pun meski sebetulnya halal, tetap haram. Dan akan membuat si pemakannya disiksa di api neraka.

Makanan buruk bukan berarti berasal dari jenis yang haram seperti babi dan anjing. Makanan buruk bisa berasal dari jenis makanan halal, seperti daging ternak yang disembelih tidak dengan menyebut nama Allah, lalu daging ternak yang disebelih untuk selain Allah (persembahan kepada jin).

Selalu bangun sebelum subuh

Rasulullah SAW mengajak umatnya untuk bangun sebelum Subuh untuk melaksanakan sholat sunah dan sholat Subuh secara berjamaah.

Hal ini memberi hikmah yang mendalam antaranya mendapat limpahan pahala, kesegaran udara subuh yang baik serta memperkuat pikiran.

Rasulullah SAW tidak menyarankan umatnya untuk begadang. Karenanya, beliau tidak menyukai makan dan berbincang-bincang selepas waktu Isya.

Jika sudah saatnya tidur, maka Rasulullah SAW akan langsung tidur. Tidur yang tepat ialah selepas Isya, kurang lebih pukul 21.30, lalu sebaiknya bangun pada 1/3 malam sekitar jam 3 untuk shalat malam.

Dengan begitu waktu yang digunakan untuk tidur dalam sehari kurang dari 8 jam. Dalam pembagian waktu 24jam untuk 1 hari 1 malam, 1/3 untuk bekerja, 1/3 untuk beribadah kepada Allah dan 1/3 lagi untuk tidur yang cukup. Tentunya pembagian waktu ini tidak kaku, melainkan fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan.

Rajin Berpuasa

Dalam menjalani hidupnya, Rasulullah selalu melakukan Puasa Sunnah. Selain puasa Ramadhan umat muslim banyak yang melakukan puasa sunnah terutama pada hari Senin dan Kamis.

Bagi umat muslim, selain mendapatkan pahala ternyata secara medis pun puasa sangat berpengaruh penting bagi kesehatan fisik dan  psikologis seseorang. Saat berpuasa kinerja organ tubuh akan menjadi lebih rilek dan tenang sehingga emosi lebih mudah terkontrol dan pikiran jauh dari stress.

Dan secara kesehatan fisik, puasa akan mengontrol jumlah makanan dan minuman dalam tubuh menjadi lebih teratur dan tidak berlebih dengan demikian maka kinerja organ pencernaan pun akan berjalan seimbang.

Puasa dapat mengobati berbagai penyakit seperti:

  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes
  • Asma dan saluran pernapasan
  • Jantung dan pengerasan arteri
  • Penyakit hati
  • Penyakit Kulit
  • Penyakit paru-paru
  • Mencegah kanker

Menjaga Kebersihan

Setiap hari Kamis dan jumat nabi Muhammad Saw selalu rutin memotong kuku, mencuci rambut-rambut halus yang berada di pipi, bersikat, serta memakai parfum. Setiap hari nabi Muhammad Saw juga selalu menggunakan harum-haruman dan tampil bersih dan rapi. Dan bahwasanya bagi umat islam kebersihan merupakan sebagian dari iman.

“Mandi pada hari Jumat adalah sangat dituntut untuk setiap orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan pemakai harum-haruman. “(HR. Muslim)

Tidak Makan dengan Berlebihan

Hal ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita kaum muslimin dan muslimat. Dalam makan, islam menganjurkan untuk makan sebelum kita lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Karena menurut kepercayaan islam bahwa perut kita dibagi menjadi tiga bagian, pertama bagian perut untuk makanan, kedua bagian perut untuk udara, ketiga bagian perut untuk air. Dengan menyeimbangkan tiga unsur itu di dalam perut maka kita akan menemukan kesehatan.

Sabda Rasulullah SAW yang artinya: “Kami adalah satu kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan).” (Muttafaq Alaih)

Tidak Pemarah

Nasihat Rasulullah ‘jangan marah’ diulangi sampai tiga kali. Ini menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasad, tetapi lebih kepada kebersihan jiwa.

Ada terapi yang tepat untuk menahan perasaan marah yaitu dengan mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka harus kita duduk dan ketika sedang duduk, maka harus berbaring.

Karena marah itu dari setan dan setan itu asalnya dari api, maka segeralah mengambil wudhu dan shalat dua rakaat untuk mendapatkan ketenangan serta menghilangkan kegelisahan di hati.

Ada cara yang tepat untuk mengatasi rasa marah, yaitu dengan mengubah posisi tubuh kita ketika sedang marah. Ketika Anda sedang marah pada posisi berdiri cobalah untuk duduk, kemudian jika Anda marah dalam posisi duduk cobalan untuk berbaring. Marah itu berasal dari setan dan setan terbuat dari api jadi Anda bisa mengambil wudhu kemudian solat sunah atau wajib untuk menenangkan diri.

Rutin Berolahraga

Rasulullah SAW merupakan sosok yang gemar berolahraga, beliau tidak segan mengajak istrinya Aisyah RA dan juga menganjurkan anak-anak agar dilatih memanah, menunggang kuda dan berenang.
Rasulullah juga melakukan berbagai jenis olahraga dan beliau terkenal sebagai jago gulat. Ini menunjukkan bahwa tubuh beliau tidak hanya sehat, namun juga kuat. Beliau juga pernah berlomba lari dan memanah.

Rasulullah bersabda : “Ketahuilah bahwa yang dimaksud kekuatan itu adalah memanah, beliau mengucapkannya tiga kali.” (HR. Muslim). Di dalam hadits lain juga dijelaskan : “Kamu harus belajar memanah, karena memanah itu termasuk sebaik-baik permainanmu.” (HR. Bazzar dan Thabrani).

Rasulullah SAW berjalan kaki ke masjid, pasar, medan jihad dan mengunjungi rumah sahabat. Bila berjalan kaki, keringat pasti mengalir, pori terbuka dan peredaran darah berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung. Dibandingkan kita sekarang yang lebih nyaman menaiki kendaraan. Kalau mau meletakkan kendaraan, harus parkir persis di depan tempat yang ingin kita pergi. Maksudnya tidaklah seandainya tujuan yang kita pergi itu jauhnya 30 kilometer harus berjalan kaki, cuma jika tempat “parkir” mobil agak jauh sedikit dari tempat yang dituju, ambillah peluang ini untuk “berolahraga”.

Mungkin Anda Menyukai