Pentingnya Detoksifikasi Bagi Tubuh

Detoks seharusnya menjadi lebih penting bagi manusia modern dengan pola makan yang cenderung menimbulkan ampas lebih banyak dan penyumbatan-penyumbatan pada sistem tubuh.

Toksin mengakibatkan proses penuaan dan kerusakan lebih cepat pada seluruh sel tubuh. Waktu tidak ada hubungannya dengan penuaan. Penuaan atau proses degenerasi semata-mata adalah karena toksin dan dehidrasi yang kita tabung selama bertahun-tahun.

Detoksifikasi umumnya dilakukan untuk memerangi efek negatif dan berbahaya dari obat-obatan atau alkohol pada tubuh, atau untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Dengan detoksifikasi, seseorang bisa membilas racun keluar dari tubuh dan memulai proses pembersihan. Terdapat banyak cara untuk melakukan detoksifikasi, tergantung pada jenis zat racun yang sedang dikonsumsi dan jangka waktu penggunaan. Detoksifikasi bisa dilakukan pula untuk memperbaiki kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Apa itu Detoksifikasi?

Seperti tersirat oleh namanya, detoksifikasi dilakukan untuk menghilangkan racun berbahaya dari tubuh.

Seiring dengan detoks, upaya lain seperti mendapatkan istirahat cukup, minum air dalam jumlah besar, serta membebaskan pikiran dari stres juga perlu dilakukan.

Tabu sosial yang menyertai kecanduan, misalnya, akan meninggalkan penderita dengan rasa disosiasi dengan lingkungannya. Perlu dipahami pula, detoksifikasi akibat kecanduan akan memerlukan waktu sebelum terlihat hasilnya.

Manfaat Detoks Bagi Tubuh dan Kesehatan:

Meremajakan sel-sel sehingga kulit pun menjadi bersih, sehat, kencang, dan lembut.

  • Menurunkan kelebihan berat badan.
  • Meningkatkan energi.
  • Peningkatan indera penciuman, perasa, dan pendengaran.
  • Pengeruta tumor (jika ada).
  • Peradangan pada kelenjar getah bening hilang.
  • Melancarkan peredaran darah dan getah bening.
  • Memperbaiki daya ingat.
  • Menghilangkan gejala-gejala penyakit seperti alergi, sakit kepala, kembung, dsb.
  • Memperbaiki kadar gula darah dan tekanan darah.
  • Memperbaiki fungsi liver dan ginjal.

Bagaimana Cara Kerja Detoksifikasi?

Terdapat beberapa organ dan sistem tubuh manusia yang bekerja untuk membilas racun secara alami. Namun perlu diingat bahwa terlalu banyak beban pada organ tersebut justru menyebabkan racun tetap berada dalam tubuh. Akibatnya, individu lebih rentan terhadap sakit, rentan terhadap berbagai jenis infeksi, dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Berikut adalah beberapa organ dan sistem detoksifikasi alami yang ada dalam tubuh manusia:

  • Sistem kemih
  • Sistem peredaran darah
  • Kelenjar kulit dan keringat
  • Sistem pernafasan
  • Sistem pencernaan

Selama menjalani proses detoks, seseorang mungkin lebih mudah jatuh sakit dan mengalami berbagai gejala seperti muntah, diare, demam tinggi, sakit perut, sakit kepala, dan mual.

Hal ini terjadi akibat proses pembilasan racun oleh tubuh dan terutama terjadi saat menjalani detoks hati.

Bagaimana Melakukan Detoks?

Ada beberapa metode detoks yang sering dilakukan saat ini. Mulai dari yang alami seperti puasa hingga yang menggunakan suplemen herba atau obat-obatan tertentu. Program detoks yang baik harus dapat:

  • menormalkan pH (kadar keasaman) pencernaan
  • meringan beban fungsi enzim di pankreas
  • melancarkan kerja empedu dan mencairkan cairan empedu
  • mengurangi lemak dan penyumbatan pada liver
  • membangun flora usus
  • melancarkan pembuangan lendir dan ampas dari dinding usus agar penyerapan zat makanan menjadi lebih baik
  • membuang kotoran yang menyumbat saluran usus (catatan: penyumbatan pada usus dapat mengakibatkan kanker usus)
  • merangsang peristaltik usus agar pembuangan lebih lancar
  • membersihkan darah
  • membersihkan saluran kencing dan memperbaiki keseimbangan cairan tubuh
  • melancarkan peredaran getah bening
  • membuka pori-pori kulit
  • mengeluarkan lendir dari paru-paru serta melancarkan pernapasan

Proses keluarnya racun juga menimbulkan reaksi tidak nyaman pada tubuh, yang secara medis dikenal sebagai gejala kemunduran (withdrawal symptoms).

Krisis Penyembuhan

  • Gejala demam atau flu
  • Diare atau sebaliknya, malah mengalami sembelit (sulit buang air besar). Jika terjadi sembelit, bisa dibantu dengan enema atau kolonhidroterapi/”cuci usus”.
  • Nyeri otot atau sendi
  • Sakit kepala atau migrain (umumnya pada perokok dan peminum alkohol)
  • Mual-mual atau kembung
  • Lesu
  • Banyak mengeluarkan riak atau lendir
  • Gatal-gatal atau berjerawat (jika sebelumnya mempunyai masalah dengan kulit
  • Napas bau dan muncul lapisan tebal pada permukaan lidah (dapat dikerok dan dibersihkan dengan sendok atau alat khusus pengerok lidah)
  • Mudah merasa kedinginan (karena suhu tubuh menurun)
  • Gangguan emosional (uring-uringan atau emosional)