Apa itu BIOS (Basic Input Output System)?

By | Agustus 16, 2021

bacakata.com – Apa itu BIOS (Basic Input Output System)?. BIOS merupakan singkatan dari Basic Input Output System. Secara garis besar BIOS merupakan software bawaan dari komputer. Jika sistem operasi merupakan software (perangkat lunak) yang digunakan untuk mengatur semua sumber daya dalam komputer, maka BIOS adalah sarana penampung atau penyimpan perintah internal command yang telah dibuat oleh perusahaan komputer. BIOS adalah sebuah program build-in yang dapat dijalankan untuk mengontrol keyboard, layar tampilan, disk  drive, komunikasi serial, dan beberapa fungsi khusus lainnya. Fungsi-fungsi tersebut yang menyediakan akses tingkat-rendah (low-level) ke perangkat  keras.

Pada umumnya, BIOS disimpan dalam chip ROM yang sudah tersedia dalam komputer. BIOS juga melakukan tugas booting/inisialisasi di saat komputer  baru dihidupkan. Jenis BIOS yang paling sering digunakan komputer saat ini adalah flash BIOS. Flash BIOS memungkinkan kita untuk mengubah konfigurasi komputer (tipe hardisk, disk drive, manajemen daya listrik, dan lain-lain) sesuai   keinginan. BIOS menyembunyikan detail-detail cara pengaksesan hardware yang cukup rumit apabila dilakukan secara langsung.

Fungsi BIOS

BIOS dalam sistem komputer IBM PC atau kompatibelnya (komputer yang berbasis keluarga prosesor Intel x86) merujuk kepada kumpulan rutin perangkat lunak yang mampu melakukan hal-hal berikut.

  1. Inisialisasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras, dalam proses yang disebut dengan POST (Power On Self Test).
  2. Memuat dan menjalankan sistem operasi.
  3. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses  kinerja, dan kestabilan komputer).
  4. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.

BIOS menyediakan antarmuka komunikasi tingkat rendah dan dapat mengendalikan banyak jenis perangkat keras (seperti keyboard). Karena kedekatannya dengan perangkat keras, BIOS umumnya dibuat dengan menggunakan bahasa rakitan (assembly) yang digunakan oleh mesin yang bersangkutan.

Baca Juga :   Free Fire Advance Server Dibuka, Simak Cara Daftarnya!

Istilah BIOS pertama kali muncul dalam sistem operasi CP/M, yang merupakan bagian dari CP/M yang dimuat pada saat proses booting dimulai yang berhadapan secara langsung dengan perangkat keras (beberapa mesin yang menjalankan CP/M memiliki  sederhana dalam ROM). Kebanyakan versi DOS memiliki sebuah berkas yang disebut “IBMBIO.COM” (IBM PC-DOS) atau “IO.SYS” (MS-DOS) yang berfungsi sama seperti halnya CP/M disk BIOS. Kata BIOS juga dapat diartikan sebagai “kehidupan” dalam tulisan Yunani (BíoV).

Komponen BIOS

Dalam BIOS, terdapat beberapa komponen dasar sebagai berikut.

program BIOS

  1. Program BIOS Setup yang memungkinkan pengguna untuk mengubah konfigurasi komputer (tipe, manajemen daya listrik, kinerja komputer, dan lain-lain) sesuai keinginan. BIOS menyembunyikan detail-detail cara pengaksesan perangkat keras yang cukup rumit apabila dilakukan secara langsung.
  2. Driver untuk perangkat-perangkat keras dasar, seperti video adapter, perangkat input, prosesor, dan beberapa perangkat lainnya untuk sistem operasi dasar 16-bit (dalam hal ini adalah keluarga DOS).
  3. Program bootstraper utama yang memungkinkan komputer dapat melakukan proses booting ke dalam sistem operasi yang terpasang.

BIOS juga sering disebut sebagai ROM BIOS karena pada awalnya BIOS disimpan dalam chip memori hanya baca (ROM) dalam motherboard. Mengapa disimpan di dalam ROM, adalah agar BIOS dapat dieksekusi pada waktu komputer dinyalakan, tanpa harus menunggu untuk menyalakan perangkat media penyimpanan terlebih dahulu (yang memakan waktu lama). BIOS dalam komputer PC modern disimpan dalam chip ROM yang dapat ditulisi ulang secara elektrik atau Flash ROM. Karena itulah, sekarang sebutan Flash BIOS lebih populer dibandingkan dengan ROM BIOS. Berikut ini adalah beberapa chip ROM yang digunakan sebagai tempat penyimpanan BIOS.

Chip ROM penyimpanan BIOS

Tampilan kesalahan bila cmos dicabut

Meskipun BIOS disimpan dalam memori hanya baca, konfigurasi BIOS tidak disimpan dalam ROM (hal ini disebabkan oleh sifat ROM yang statis) melainkan sebuah chip terpisah yang disebut sebagai Real-Time Clock (RTC), yang berupa sebuah Non-Volatile Random Access Memory (NVRAM). NVRAM juga sering disebut sebagai Complimentary Metal-Oxide Random Access Memory (CMOS RAM), karena menggunakan metode pembuatan CMOS. Karena menggunakan metode pembuatan CMOS, NVRAM membutuhkan daya yang sangat kecil agar dapat bekerja. Meskipun disebut non-volatile, NVRAM sebenarnya merupakan sebuah chip yang volatile, sehingga data yang tersimpan di dalamnya dapat terhapus dengan mudah jika daya listrik yang menghidupinya terputus. Oleh karena itu, NVRAM “dihidupi” oleh sebuah baterai (mirip baterai kalkulator atau jam) dengan bahan Litium dengan seri CR-2032. Sebuah baterai Litium CR-2032 dapat menghidupi NVRAM selama tiga hingga lima tahun. Jika daya dalam baterai habis atau daya yang disuplainya terputus (akibat dicabut dari slotnya), maka semua konfigurasi akan dikembalikan ke kondisi standar sesuai ketika BIOS tersebut diprogram oleh pabrikan. BIOS umumnya memberikan laporan CMOS Checksum Error atau NVRAM Checksum Error.

Pembuat BIOS

Saat ini, ada beberapa perusahaan penyedia BIOS, antara lain sebagai berikut.

  1. Award Software, yang meluncurkan Award BIOS, Award Modular BIOS, dan Award Medallion BIOS.
  2. Phoenix Technologies, yang meluncurkan Phoenix BIOS dan setelah melakukan merjer dengan Award Software, meluncurkan Phoenix- Award BIOS.
  3. American Megatrends Incorporated (AMI), yang merilis AMI BIOS dan AMI WinBIOS.
  4. Microids Research.
  5. Para OEM (Original Equipment Manufacturer), seperti Hewlett-Packard/Compaq, IBM/Lenovo, Dell Computer, dan lain-lainnya.
Baca Juga :   Harga Dan Spesifikasi HP Redmi Note 10 Pro

 

Jadi  BIOS memiliki fungsi sebagai penyalaan serta pengujian terhadapat perangkat keras, memuat dan menjalankan sistem operasi, mengatur konfigurasi dasar komputer (seperti waktu dan tanggal), dan membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras.

Semoga bermanfaat ya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *