Pengertian dan Fungsi Sistem Operasi

By | Agustus 16, 2021

bacakata.com – Pengertian dan Fungsi Sistem Operasi.  Sebuah hardware/komputer (perangkat keras) tidak akan dapat berjalan jika tidak memiliki software (perangkat lunak). Untuk dapat menjalankan sebuah hardware/komputer kita harus memiliki software di dalamnya. Software yang digunakan untuk menjalankan sebuah komputer biasa disebut dengan sistem operasi. Lalu apa sebenarnya sistem operasi itu? Apa fungsi sistem operasi bagi komputer? Mari kita simak bersama!

Pengertian sistem operasi

Sistem operasi merupakan software (perangkat lunak) yang digunakan untuk mengatur semua sumber daya dalam komputer. Tugas atau fungsi sistem operasi misalnya mengontrol penyimpanan data dan mengatur kerja perangkat keras.

Dapat dikatakan bahwa komputer tidak dapat membantu kerja manusia jika tidak ada sistem operasi. Hal ini disebabkan sistem operasi adalah tempat meletakkan program aplikasi.

Secara umum, sistem operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan softwaresoftware lainnya dijalankan setelah sistem operasi berjalan dan sistem operasi akan melakukan layanan inti umum untuk softwaresoftware itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, scheduling task, dan antarmuka user. Oleh karena itu, masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh sistem operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan “kernel” suatu sistem operasi. Biasanya, istilah sistem operasi sering ditujukan kepada semua software yang masuk dalam satu paket dengan sistem komputer sebelum aplikasi-aplikasi software terinstal.

Fungsi Sistem Operasi

Jika sistem komputer terbagi dalam lapisan-lapisan, maka sistem operasi adalah penghubung antara lapisan hardware dan lapisan software. Lebih jauh daripada itu, sistem operasi melakukan semua tugas-tugas penting dalam komputer dan menjamin aplikasi-aplikasi yang berbeda dapat berjalan secara bersamaan dengan lancar. Sistem operasi menjamin aplikasi software lainnya dapat menggunakan memori, melakukan input dan output terhadap peralatan lain, dan memiliki akses kepada sistem file. Apabila beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan, maka sistem operasi mengatur jadwal yang tepat, sehingga sedapat mungkin semua proses yang berjalan mendapatkan waktu yang cukup untuk menggunakan prosesor (CPU) serta tidak saling mengganggu.

Selain fungsi tersebut di atas, sistem operasi mempunyai tiga fungsi utama, yaitu manajemen proses, manajemen sumber daya, dan manajemen data.

  1. Manajemen proses mencakup penyiapan, penjadwalan, dan pemantauan proses pada komputer. Proses adalah program yang sedang dijalankan.
  2. Manajemen sumber daya berkaitan dengan pengendalian terhadap pemakaian sumber daya dalam sistem komputer yang dilakukan oleh perangkat lunak sistem maupun perangkat lunak aplikasi yang sedang dijalankan pada komputer. Pengertian dari sumber daya adalah komponen perangkat keras dalam komputer seperti CPU, memori utama, dan piranti masukan/keluaran.
  1. Manajemen data berupa pengendalian terhadap data masukan/keluaran, termasuk dalam hal pengalokasian dalam piranti penyimpanan sekunder maupun dalam memori utama. (Abdul Kadir, 2003)
Baca Juga :   Inilah Spesifikasi Lengkap Dari HP Samsung Galaxy A01 Dengan Harga Yang Hanya Dibanderol Rp 1,2 Jutaan

Sistem operasi juga mempunyai saran untuk mengelola keamanan. Ciri sistem operasi yang mempunyai fasilitas manajemen keamanan adalah mengharuskan pemakai memasukkan nama pemakaian password (kata rahasia) sebelum mengakses komputer.

Dalam banyak kasus, sistem operasi menyediakan suatu pustaka dari fungsi-fungsi standar, di mana aplikasi lain dapat memanggil fungsi-fungsi itu sehingga dalam setiap pembuatan program baru tidak perlu membuat fungsifungsi tersebut dari awal.

Bagian-bagian sistem operasi secara umum adalah sebagai berikut.

  1. Mekanisme Boot, yaitu meletakkan kernel ke dalam memori.
  2. Kernel, yaitu inti dari sebuah sistem operasi.
  3. Command Interpreter atau Shell, yang bertugas membaca input dari pengguna.
  4. Pustaka-pustaka, yaitu yang menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang dapat dipanggil oleh aplikasi lain.
  5. Driver untuk berinteraksi dengan hardware eksternal sekaligus untuk mengontrol mereka.

Sebagian sistem operasi hanya mengizinkan satu aplikasi saja yang berjalan pada satu waktu, tetapi sebagian besar sistem operasi baru mengizinkan beberapa aplikasi berjalan secara simultan pada waktu yang bersamaan. Sistem operasi seperti itu disebut sebagai Multi-tasking Operating System. Beberapa sistem operasi berukuran sangat besar dan kompleks, serta inputnya tergantung kepada input pengguna, sedangkan sistem operasi lainnya sangat kecil dan dibuat dengan asumsi bekerja tanpa intervensi manusia sama sekali. Tipe yang pertama sering disebut sebagai Desktop OS, sedangkan tipe kedua adalah Real-Time OS.

Seiring dengan berkembangnya sistem operasi, semakin banyak lagi layanan yang menjadi layanan inti umum. Kini, sebuah OS mungkin perlu menyediakan layanan network dan koneksitas internet, yang dulunya tidak menjadi layanan inti umum. Sistem operasi juga perlu untuk menjaga kerusakan sistem komputer dari gangguan program perusak yang berasal dari komputer lainnya, seperti virus. Daftar layanan inti umum akan terus bertambah.

Program saling berkomunikasi antara satu dengan lainnya dengan Antarmuka Pemrograman Aplikasi (Application Programming Interface) atau disingkat dengan API. Dengan API inilah program aplikasi dapat berkomunikasi dengan sistem operasi. Sebagaimana manusia berkomunikasi dengan komputer melalui antarmuka user, program juga berkomunikasi dengan program lain-nya melalui API.

Baca Juga :   Harga Dan Spesifikasi HP Samsung Galaxy A22 Dengan Layar Super AMOLED Dan Kapasitas Baterai 5.000 mAh Dibanderol Rp 2 Jutaan

Walaupun demikian, API sebuah komputer tidaklah berpengaruh sepenuhnya pada program-program yang dijalankan di atas platform operasi tersebut. Contohnya bila program yang dibuat untuk Windows 3.1 bila dijalankan pada Windows 95 dan generasi setelahnya akan terlihat perbedaan yang mencolok antara jendela program tersebut dengan program yang lain. Sistem operasi-sistem operasi utama yang digunakan komputer sistem umum termasuk PC (personal computer) terbagi menjadi 3 kelompok besar sebagai berikut.

  1. Keluarga Microsoft Windows, antara lain terdiri dari Windows Desktop Environment (versi 1.x hingga versi 3.x), Windows 9x (Windows 95, 98, dan Windows ME), Windows NT (Windows NT 3.x, Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, dan Windows Vista yang dirilis pada tahun 2007).keluarga windows
  2. Keluarga Unix yang menggunakan antarmuka sistem operasi POSIX, seperti SCO UNIX, keluarga BSD (Berkeley Software Distribution), GNU/Linux, MacOS/X (berbasis kernel BSD yang dimodifikasi, dan dikenal dengan nama Darwin), dan GNU/Hurd.
  3. Mac OS, adalah sistem operasi untuk komputer keluaran Apple yang biasa disebut Mac atau Macintosh. Sistem operasi yang terbaru adalah Mac OS X versi 10.4 (Tiger). Pada awal tahun 2007 diluncurkan versi 10.5 (Leopard).Mac OS X versi 10.4 (Tiger)

Untuk komputer mainframe dan superkomputer menggunakan banyak sekali sistem operasi yang berbeda-beda, umumnya merupakan turunan dari sistem operasi UNIX yang dikembangkan oleh vendor seperti IBM AIX, HP/UX, dan lain-lain.

Adapun proses sistem sebuah prosesor akan mengeksekusi programprogram komputer. Prosesor adalah sebuah chip dalam sistem komputer yang menjalankan instruksi-instruksi program komputer. Dalam setiap detiknya, prosesor dapat menjalankan jutaan instruksi yang terangkum dalam sebuah program.

Program adalah sederetan instruksi yang diberikan kepada suatu komputer, sedangkan proses adalah suatu bagian dari program yang berada pada status tertentu dalam rangkaian eksekusinya. Di dalam bahasan sistem operasi, kita lebih sering membahas proses dibandingkan dengan program. Pada sistem operasi modern, pada suatu saat tidak seluruh program dimuat dalam memori, tetapi hanya satu bagian saja dari program tersebut. Sedangkan bagian lain dari program tersebut tetap beristirahat di media penyimpan disk. Hanya pada saat dibutuhkan saja, bagian dari program tersebut dimuat di memori dan dieksekusi oleh prosesor. Hal ini sangat menghemat pemakaian memori.

Baca Juga :   Dibanderol Hanya Rp 1 Jutaan Untuk Semua Pilihan Varian Inilah Spesifikasi Lengkap Dari HP Samsung Galaxy M12

Beberapa sistem hanya menjalankan satu proses tunggal dalam satu waktu, sedangkan yang lainnya menjalankan multiproses dalam satu waktu. Padahal sebagian besar sistem komputer hanya memiliki satu prosesor, di mana sebuah prosesor hanya dapat menjalankan satu instruksi dalam satu waktu. Bagaimana sebuah sistem prosesor tunggal dapat menjalankan multi-proses? Sesungguhnya pada granularity yang sangat kecil, prosesor hanya menjalankan satu proses dalam satu waktu, kemudian secara cepat ia berpindah menjalankan proses lainnya, dan seterusnya. Bagi penglihatan dan perasaan pengguna manusia, seakan-akan prosesor menjalankan beberapa proses secara bersamaan.

Setiap proses dalam sebuah sistem operasi mendapatkan sebuah PCB (Process Control Block) yang memuat informasi tentang proses tersebut, yaitu sebuah tanda pengenal proses (Process ID) yang unik dan menjadi nomor identitas, status proses, prioritas eksekusi proses, dan informasi lokasi proses dalam memori. Prioritas proses merupakan suatu nilai atau besaran yang menunjukkan seberapa sering proses harus dijalankan oleh prosesor. Proses yang memiliki prioritas lebih tinggi akan dijalankan lebih sering atau dieksekusi lebih dulu dibandingkan dengan proses yang berprioritas lebih rendah. Suatu sistem operasi dapat saja menentukan semua proses dengan prioritas yang sama, sehingga setiap proses memiliki kesempatan yang sama. Suatu sistem operasi dapat juga merubah nilai prioritas proses tertentu agar proses tersebut dapat memiliki kesempatan lebih besar pada eksekusi berikutnya (misalnya: pada proses yang sudah sangat terlalu lama menunggu eksekusi, sistem operasi menaikkan nilai prioritasnya). Jenis status yang mungkin dapat disematkan pada suatu proses untuk setiap sistem operasi dapat berbeda-beda. Namun, paling tidak ada tiga macam status yang umum, yaitu sebagai berikut.

  1. Ready, status di mana proses siap untuk dieksekusi pada giliran berikutnya.
  2. Running, status di mana saat ini proses sedang dieksekusi oleh prosesor.
  3. Blocked, status di mana proses tidak dapat dijalankan pada saat prosesor siap/bebas.

Komputer yang kita jumpai telah memiliki program dasar yang dimasukkan ke dalam ROM (Read Only Memory). Namun demikian, apabila kita menginginkan pengoperasian yang lebih luas sangat dibutuhkan kemampuan dan keterampilan dalam mengatur atau memanajemen peralatan masukan dan keluaran.

Sistem operasi memang tidak bisa kita lihat dengan kasat mata, tetapi sistem operasi tersebutlah yang membuat kita bisa menjalankan komputer. Tanpa sistem operasi komputer hanyalah hardware yang tidak bisa digunakan.

Semoga bermanfaat ya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *